Aruma Politeia – Kericuhan yang mewarnai demonstrasi mahasiswa di Simpang Empat Gramedia, Kota Yogyakarta, Selasa (1/9/2026) sore hingga malam, menyisakan kilas balik yang mengkhawatirkan bagi masa depan kebebasan berpendapat. Mahasiswa yang menyuarakan kritik terhadap rentetan kebijakan publik, mulai dari evaluasi program Makan Bergizi Gratis, penanganan kebakaran hutan, hingga penuntutan keadilan atas kematian Bambang Setiawan, justru berujung di ruang perawatan Rumah Sakit Panti Rapih akibat represi fisik. Hal ini memunculkan tanda tanya besar terkait profesionalisme Polri…
Anda telah mencapai batas membaca gratis. Dukung ruang kebersihan berpikir dan dapatkan akses penuh ke seluruh artikel analitis kami dengan berlangganan di sini. Sudah punya akun? Silakan masuk.
