Ketimpangan gaji antara elite dan pekerja biasa terjadi bukan karena biaya produksi manusianya, melainkan oleh monopoli pendidikan di tangan kelompok berpunya.Deza Putra Adelyen Aruma Politeia – Label “kelas menengah” dan “pekerja profesional” sering dipahami sebagai tanda keamanan ekonomi. Namun dalam perspektif ekonomi-politik (Aspinall dan Berenschot, 2019) pekerja manual maupun kerah putih sama-sama menjual tenaga kerja. Keduanya mengalami kelelahan fisik dan mental di akhir hari kerja, dan sebagian besar penghasilan terpakai untuk memulihkan kondisi agar bisa bekerja lagi esok hari. Dalam kerangka ini, besaran upah bergantung pada biaya memulihkan tenaga kerja. Upaya menabung untuk membuka usaha mandiri pun kerap berakhir pada…
Trending
- Tumbuh Tinggi, Pemuda Tertinggal
- Ancaman Karhutla Riau Jambi bagi Pertanian Solok
- Darurat Ekologis Kabut Asap Sumatera Barat
- Galodo Arosuka: Bencana Alam atau Kegagalan dalam Menjaga Lingkungan?
- Mentawai dan Harga Murah Sebuah Hutan
- PETI Merajai: Sengkarut Tambang Emas Ilegal Sumatera Barat
- Negara Hanya di Tengah, Pasar Menjaga Pintunya