arumaoutput – Di hadapan ribuan kiai peserta Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan, Presiden Prabowo Subianto melontarkan kelakar bahwa ulama patuh kepadanya ketika berada di Istana. Kelakar ini secara tidak langsung membuka kembali tabir laten mengenai relasi ulama dan kekuasaan di Indonesia. Ia lalu menegaskan pentingnya ulama dan umara bersatu untuk negara dan bangsa. Tawa riuh menyambut lelucon itu, namun ironinya justru terdengar lebih nyaring dari tawa itu sendiri. Ulama yang semestinya berdiri di luar kekuasaan…
Anda telah mencapai batas membaca gratis. Dukung ruang kebersihan berpikir dan dapatkan akses penuh ke seluruh artikel analitis kami dengan berlangganan di sini. Sudah punya akun? Silakan masuk.
